Memupuk multikulturalisme dalam balutan nuansa Jawa beraroma internasional: Pementasan ketoprak anak
DOI:
https://doi.org/10.61251/cej.v3i2.201Keywords:
anak; internasional; ketoprak; multikultural; pementasan.Abstract
Pada era ini, budaya lokal semakin luntur dan mungkin akan tergantikan dengan budaya dari luar, disamping itu, kurangnya ketertarikan anak-anak pada budaya lokal. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah melestarikan seni budaya ketoprak, sekaligus memperkenalkan dan merawat keberagaman melalui perpaduan seni tradisional daerah dan penggunaan bahasa internasional. SD Kristen Satya Wacana Salatiga bekerjasama dengan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Kristen Satya Wacana mengadakan pementasan ketoprak anak, dimana hal ini juga bertujuan untuk memperkuat peran UKSW sebagai Indonesia mini, tempat berbagai budaya daerah dijaga dan dihargai. Metode pelaksanaan yang dilakukan untuk pementasan ketoprak anak ini adalah melalui proses perencanaan, yaitu penulisan naskah dan latihan, kemudian pementasan dan evaluasi. Judul dari ketoprak anak tersebut adalah Dewi Wulan, yang dipentaskan menggunakan 4 bahasa yaitu bahasa Jawa, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin. Hasil dari kegiatan ini menyimpulkan bahwa pengenalan budaya multikultural dapat berjalan seiring dengan upaya melestarikan budaya lokal, dalam hal ini ketoprak, yang dikemas melalui pembelajaran bahasa asing.
This era sees the diminishment of local culture and the likeliness of it being replaced by foreign cultures which can be a consequence of the younger generation’s interest in their own local culture. That said, SD Kristen Satya Wacana and the Faculty of Language and Arts of Universitas Kristen Satya Wacana organized a children's ketoprak performance which aimed at preserving the performance art of ketoprak while introducing multiculturalism through the use of international languages. This performance was also staged to cement the branding of UKSW as ‘Indonesia Mini’ where local cultures are preserved and appreciated. There were several stages to the performance: planning, script writing and rehearsal, and performance and evaluation. Taking the title of ‘Dewi Wulan’, the performance used four languages in its script: Javanese, Indonesian, English, and Mandarin. The performance led to a conclusion that the introduction of multiculturalism can happen simultaneously with the preservation of local culture, ketoprak in this case, presented through language learning.
References
Aditya, M. C. P. (2023). Penerapan P5: Kolaborasi Pelajaran Ilmu Sosial Ekonomi Sains dan Seni Budaya Pada Kurikulum Merdeka. Academy of Education Journal, 14(2), 649-666. https://doi.org/10.47200/aoej.v14i2
Ardianti, Y., & Amalia, N. (2022). Kurikulum Merdeka: Pemaknaan Merdeka dalam Perencanaan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 6(3), 399–407. https://doi.org/10.23887/jppp.v6i3.55749
Cahyani, A. M, Rizky A. P., Saraswati N., & Okto, W. (2024). Pentingnya Pembelajaran Apresiasi Drama terhadap Penguatan Pendidikan Karakter. Jurnal Basicedu, 8(1), 277-285. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6908
Darta, D.M.S., Rindang W., Ervin S., Gita H., & Yudi N. K. (2023). Musik Daerah dan Bahasa Inggris: Sebuah kolaborasi siswa SD Kristen Satya Wacana Salatiga. Jurnal Dedikasi untuk Negeri, 2(2). https://doi.org/10.36269/jdn.v2i2
Darta, D. M. S., Rindang W., Erio F., Wahyu S. A., Dimas P. A. W., Irene N. K. (2024). Narrative Writing: Ketika tugas sekolah berpadu dengan creative writing. Community Empowerment Journal, 2(4), 178-185. https://doi.org/10.61251/cej.v2i4.95
Fikri, K., Junindra D.S., Wahyudi E.M., Hasanah M.I., & Niki S. (2024). Mengenalkan Program English Day melalui Kegiatan Pentas Seni di SD dan SMP Desa Teluk Pauh Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan singingi. Jurnal Inovasi, Teknologi, dan Dharma Bagi Masyarakat, 6(1), p. 19-22. https://doi.org/10.22437/jitdm.v6i1.41584
Gollnick, D. M. (1983). Multicultural Education in a Pluralistic Society. The CV Mosby Company.
Himawan, T. B., & Sri H. P. (2019). Eksistensi Ketoprak Balekambang Sebagai Salah Satu Bentuk Pelestarian Budaya Jawa di Kota Surakarta. Journal of Development and Social Change, 2(1), 3-12. https://doi.org/10.20961/jodasc.v2i1
Lisbijanto, H. (2013). Ketoprak. Graha Ilmu.
Sulistianti, A., Aliyyah, R. R., & Gani, R. A. (2024). Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Persepsi Guru Sekolah Dasar. Karimah Tauhid, 3(3), 3121–3131. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i3.12200
Nadziroh, N. (2014). Pentingnya Pembelajaran Multikultural pada Pendidikan Sekolah Dasar Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 1(1). P. 63 - 68. https://doi.org/10.30738/trihayu.v1i1.791
Sanjaya, B. J. E. (2021). Rainbow poems. Klik Media.
Waryanti, E., Moch. M., Encil P., & Lucky A.M. (2022). Penggunaan Teks Tertulis Cerita Wara Kesthi Dalam Pementasan Ketoprak Siswo Budoyo. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya, 6(2), p. 104-129. https://doi.org/10.29407/jbsp.v6i2.19195
Widiningrum, R., Fajarini, S. M. L. A., FanggidaE, E., & Darta, D. M. S. (2022). Empowering Students’ English Writing Skills Ability through Recount Text Writing (Writing the past memories). Magistrorum Et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 51–64. https://ejournal.uksw.edu/jms/article/view/7506
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Erio Rahadian P. FanggidaE, Amrih Gunarto, Deta Maria Sri Darta, Rindang Widiningrum, Ervin Suryaningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal's license is under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.