Dinamika kohesivitas kelompok pada santri baru
Sebuah studi fenomenologi
DOI:
https://doi.org/10.61251/cej.v4i3.453Keywords:
Kohesivitas, pesantren, santri baruAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika kohesivitas kelompok pada santri baru di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data menggunakan pedoman wawancara mendalam dengan model semi-terstruktur. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria partisipan sebagai berikut: 1) Santri mukim di pesantren, 2) Santri baru, kurang dari satu tahun mukim di pesantren, 3) Berusia minimal 18 tahun. Hasil penelitian mengungkap terdapat tiga tema spesifik berdasarkan pengalaman hidup santri baru mengenai kohesivitas kelompok di lingkungan pesantren, 1) Pemaknaan barakah sebagai tujuan hidup, 2) Ta’dzim atau Kepatuhan mutlak sebagai katalisator terhadap distress, dan 3) Ukhuwah (jalinan sosial yang didasarkan pada nilai religiusitas) sebagai kohesi sosial transfinit. Hasil penelitian dianalisis menggunakan model Interpretative Phenomenological Analysis. Luaran praktis penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar pijakan untuk merancang program masa orientasi bagi santri baru agar lebih relevan dengan tujuan kohesivitas yang hendak dicapai pada masing-masing institusi pesantren di seluruh Indonesia.
This study aims to uncover the dynamics of group cohesiveness among new santri (Islamic boarding school students). This study employs a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was conducted using an in-depth, semi-structured interview guide. Sampling was carried out using a purposive sampling technique based on the following participant criteria: 1) Residing in the pesantren (boarding students), 2) Being a new student, with less than one year of residency in the pesantren, and 3) Being at least 18 years old. The results revealed three specific themes based on the lived experiences of new santri regarding group cohesiveness in the pesantren environment: 1) The meaning of barakah (blessing) as a life purpose, 2) Ta'dzim or radical obedience as a catalyst against distress, 3) Ukhuwah (social bonds based on religious values) as transfinite social cohesion. The research data were analyzed using the Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) framework. The practical output of this study can serve as a foundation for designing orientation programs for new santri, ensuring they are more aligned with the cohesiveness goals intended by each pesantren institution across Indonesia field.
References
Ahmad, M., & Harahap, M. (2020). Relevansi Tradisi Pondok Pesantren dalam Membentuk Sikap Ta’dzim Santri di Pondok Pesantren Dar El-Hikmah Kota Pekanbaru. Jurnal At-Tarbiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 96–121. https://journal.staittd.ac.id/index.php/at/article/view/5
Arifin, Z., Aziz, I., Hasyim, U. A. A., & Khotamin, N. A. (2021). Makna Kualat dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim sebagai Doktrin Penanaman Karakter Santri. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan, 16(1), 69–78. https://doi.org/10.22500/sodality.v2i2.5886
Asna, & Zaeni, A. (2024). Resolusi Konflik Antar-Santri dengan Pendekatan Musyawarah dan Islah. Journal of Education Counseling, 4(1), 51–60. https://doi.org/10.62097/jec.v4i01.2052
Borek, A. J., & Abraham, C. (2018). How do Small Groups Promote Behaviour Change? An Integrative Conceptual Review of Explanatory Mechanisms. Applied Psychology: Health and Well-Being, 10(1), 30–61. https://doi.org/10.1111/aphw.12120
Creswell, J. W. (2013). Penelitian Kualitatif & Desain Riset (3rd ed.). Pustaka Pelajar.
Fata, B. S., Rosyadi, I., & Istianah. (2024). Dinamika Regulasi diri Santri Penghafal Al-Qur’an di Pesantren An-Nuqthah Tangerang. Jurnal Tarbawi, 7(1), 69–95. https://doi.org/10.51476/tarbawi.v7i1.630
Faugoo, D., & Khoosye, P. (2024). Emotional Intelligence in Transformational Leadership: For Building Cohesive Teams and Adept Conflict Resolution as a Means to Achieve Organisational Excellence. 5th International Conference on Management, Education, Social Sciences and Innovation, 1–9.
Febriantie, E. L. C., & Amelasasih, P. (2025). An Overview of Resilience in The Children of The Ma’hadul Yatama Islamic Boarding School Students. World Psychology, 4(2), 272–286. https://doi.org/10.55849/wp.vxix.xxx
Forsyth, D. R. (2021). Recent Advances in the Study of Group Cohesion. Group Dynamics: Theory, Research, and Practice, 25(3), 213–228. https://doi.org/10.1037/gdn0000163.supp
Habibi, I. H. (2024). Abdi Dalem di Pesantren: Studi Fenomenologi tentang Makna Hidup Santri yang Mengabdi pada Kiai. FAJAR: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 65–78. https://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/holistik/article/view/335.
Kahija, Y. F. La. (2007). Penelitian Fenomenologis: Jalan Memahami Pengalaman Hidup. PT. Kanisius.
Khakim, L. (2020). Tradisi Riyadhah Pesantren. Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities, 1(1), 42–62. https://doi.org/10.22515/isnad.v1i1.3241
Khoirunnisa, H. I., Syah, M. J. A., Kamila, A. N., Chandra, F., & Anas, S. H. (2025). Dinamika Kohesivitas Kelompok Karang Taruna Barisan Muda 08 di Kota Semarang. Jurnal Mudabbir (Journal Research and Education Studies), 5(1), 3712–3722. http://jurnal.permapendis-sumut.org/index.php/mudabbir
Krisdiyanto, G., Muflikha, Sahara, E. E., & Mahfud, C. (2019). Sistem Pendidikan Pesantren dan Tantangan Modernitas. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(01), 11–21. https://doi.org/10.32939/tarbawi.v15i1.337
Nababan, J. (2022). Kohesivitas Kelompok pada Koperasi di Kabupaten Tapanuli Utara. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 39–54. https://doi.org/10.54259/mukasi.v1i1.450
Nurfitria, S. (2025). Kesehatan Mental Santri dalam Lingkungan Pendidikan Berasrama: Tinjauan Literatur. Journal of Linguistics and Social Studies, 2(2), 169–177. https://doi.org/10.52620/jls.v2i2.220
Poerwanto, A., & Murdiyani, H. (2021). Hubungan antara Konsep Diri, Regulasi Diri dan Tingkat Religiusitas dengan Penyesuaian Diri pada Santri Pondok Pesantren Al-Berr Pasuruan. Indonesian Psychological Research, 3(2), 101–108. https://doi.org/10.29080/ipr.v3i2.511
Pratiwi, R. (2026). Kontrol Diri Santri dan Kepatuhan Terhadap Aturan di Pondok Pesantren. Indonesian Journal of Educational Counseling, 10(1), 103–110. https://doi.org/10.30653/001.2026101.654
Rohman, A., Holis, W., & Arif, A. Z. (2025). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Resiliensi pada Remaja di Pondok Pesantren: Scoping Review. Indonesian Health Science Journal.Id, 5(1), 76–88. https://doi.org/10.52298/ihsj.v5i1.72
Septianti, Z. D., & Muslikah. (2026). Peran Kohesivitas Kelompok dalam Keberhasilan Kerja Kelompok Mahasiswa: Sebuah Tinjauan Naratif. Pandohop: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 6(2), 62–72. https://doi.org/10.37304/pandohop.v6i2.25419
Syihabuddin, M., Manggala, K., Wafi, H. A., & Maulana, A. H. (2023). Interpreting the Concept of Ngalap Berkah as Pesantren Tradition in the Perspective of Santri. Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial, 4(2), 117–130. https://doi.org/10.35878/santri.v4i2.957
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Habib Hasyim Bin Alwi Al Bin Yahya, Joko Kuncoro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal's license is under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.






