Pelatihan Bahasa Jawa Figuratif untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Jawa siswa PERMADANI

Authors

  • Alfiah Alfiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang, Indonesia
  • Bambang Sulanjari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang, Indonesia
  • Suyitno Suyitno Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang, Indonesia
  • Arif Cahya Ardiyanta Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang, Indonesia
  • Nafisa Arum Pramesti Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61251/cej.v4i3.438

Keywords:

bahasa Jawa, basa rinengga, pendekatan komunikatif, tembang macapat, unggah-ungguh

Abstract

Bahasa Jawa sebagai warisan budaya takbenda menghadapi ancaman degradasi serius di kalangan generasi muda perkotaan akibat pergeseran bahasa (language shift). Fenomena ini melemahkan penguasaan unggah-ungguh, basa rinengga, dan bahasa tembang macapat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi berbahasa Jawa di Kota Semarang melalui Pelatihan Bahasa Jawa Figuratif. Metode yang digunakan adalah pendekatan Communicative Language Teaching (CLT) dengan teknik ceramah interaktif, role playing, latihan tertulis, apresiasi tembang, dan kuis edukatif. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest terhadap 40 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor yang signifikan dari 67,78 (pretest) menjadi 83,35 (posttest), atau naik 22,98%. Uji Wilcoxon signed-rank dan paired samples t-test sama-sama mengonfirmasi peningkatan yang sangat signifikan (p < 0,001), dengan ukuran efek sangat besar (Cohen's d = 2,11) dan N-Gain ternormalisasi sebesar 0,48 (kategori sedang). Ketuntasan peserta melonjak dari 55,0% menjadi 97,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif yang kontekstual efektif diterapkan pada komunitas non-formal untuk mempertahankan dan merevitalisasi kemampuan berbahasa Jawa. Organisasi budaya seperti PERMADANI berperan strategis sebagai ruang pemertahanan bahasa daerah di era globalisasi.

Javanese as an intangible cultural heritage faces serious degradation threats among urban youth due to language shift. This phenomenon weakens mastery of speech levels (unggah-ungguh), figurative language (basa rinengga), and macapat song poetry. This community service activity aims to improve the Javanese language competence of PERMADANI (Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia) in Semarang through Figurative Javanese Language Training. The method employed a Communicative Language Teaching (CLT) approach with interactive lectures, role plays, written exercises, tembang appreciation, and educational quizzes. Evaluation used a one-group pretest-posttest design with 40 participants. Results showed a significant mean score increase from 67.78 (pretest) to 83.35 (posttest), a gain of 22.98%. The Wilcoxon signed-rank test and paired samples t-test both confirmed highly significant improvement (p < 0.001), with a very large effect size (Cohen's d = 2.11) and normalized N-Gain of 0.48 (moderate category). Mastery rate rose from 55.0% to 97.5%. These findings demonstrate that a contextual communicative approach is effectively applied in non-formal community settings to preserve and revitalize Javanese language competence. Cultural organizations like PERMADANI play a strategic role as spaces for regional language preservation in the era of globalization.

References

Coletta, V. P., & Steinert, J. J. (2020). Why normalized gain should continue to be used in analyzing preinstruction and postinstruction scores on concept inventories. Physical Review Physics Education Research, 16(1), 010108. https://doi.org/10.1103/PhysRevPhysEducRes.16.010108

Fatmawati, Y., & Wiranti, D. A. (2023). Analisis kesulitan keterampilan berbicara unggah-ungguh bahasa Jawa siswa sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(5), 2053–2063. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i5.5634

Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809

Ikawati, I., & Sulanjari, B. (2024). Pendidikan karakter dalam tembang macapat Mijil. Kaloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, 3(1), 27–34. https://doi.org/10.26877/kaloka.v3i1.12480

Maesiyah, M., Sasea, S. C., & Raisyabilla, R. O. (2025). Dinamika pergeseran bahasa dalam masyarakat: Pengaruh media sosial terhadap kesantunan berbahasa Jawa krama di Desa Sumbarang Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education, 2(2), 133–142. https://doi.org/10.69875/djosse.v2i2.187

Moseley, C. (Ed.). (2010). Atlas of the world's languages in danger (3rd ed.). UNESCO Publishing.

Mujahid, A., Yusuf, M., & Setiawan, A. H. (2024). Eksplorasi kebutuhan media pembelajaran interaktif dalam mempersiapkan siswa untuk memahami bahasa Jawa di sekolah dasar. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(1), 20–27. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i1.3074

Natanti, S. E., Pratiwi, I. A., & Fardani, M. A. (2023). Nilai karakter sopan santun dalam pembiasaan berbahasa Jawa anak usia sekolah dasar di lingkungan keluarga. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(2), 554–559. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i2.4712

Noveintine, D. K. (2024). Javanese language shift to Indonesian among young people in Sleman, Yogyakarta. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 4(2), 464–478. https://doi.org/10.56799/jim.v4i2.6729

Ratulangi, C. R., & Meage, Y. (2026). Strategi manajemen bahasa berbasis komunitas dalam mengatasi pergeseran bahasa Hubla pada masyarakat urban Kurima di Kota Jayapura. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 11(2), 778–786. https://doi.org/10.36709/bastra.v11i2.2609

Rosyidi, Z., & Utami, F. A. M. (2024). Kemampuan berbahasa Jawa krama inggil peserta didik madrasah ibtidaiyah. Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 12(1), 35–47. https://doi.org/10.15294/j8nvj817

Rumita, F. L., Nurhayati, E., & Purwadi. (2025). Eksistensi pembelajaran bahasa Jawa bagi masyarakat Jawa di era Revolusi Industri 5.0. Sabdasastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 9(1), 68–80. https://doi.org/10.20961/sabpbj.v9i1.97137

Sibarani, R. (2018). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Subiyantoro, S. (2020). Pembelajaran bahasa Jawa berbasis kearifan lokal: Tantangan dan peluang di era globalisasi. Jurnal Penelitian Pendidikan, 37(1), 1–12. https://doi.org/10.17509/jpp.v37i1

Yani, N. P., Suradi, A., & Sari, W. A. (2025). Strategi pemertahanan bahasa Jawa pada generasi muda di era globalisasi Desa Talang Sebaris Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(2), 928–937. https://doi.org/10.31004/jpion.v4i2.504

Downloads

Published

2026-09-12

How to Cite

Alfiah, A., Bambang Sulanjari, Suyitno, S., Arif Cahya Ardiyanta, & Nafisa Arum Pramesti. (2026). Pelatihan Bahasa Jawa Figuratif untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Jawa siswa PERMADANI. Community Empowerment Journal, 4(3), 488–495. https://doi.org/10.61251/cej.v4i3.438

Issue

Section

Articles