Penggunaan buku Dongeng Nusantara Seri Bali untuk mengembangkan afektif siswa Sekolah Lentera Hati

Authors

  • Elok Widiyati Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa, Sastra, dan Budaya, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Mega Mulianing Maharani Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa, Sastra, dan Budaya, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61251/cej.v4i2.383

Keywords:

afektif, buku dongeng, sekolah inklusi

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Dengan pendidikan yang memadai dan berkelanjutan, para siswa berkebutuhan khusus atau yang sering disebut Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mendapatkan hak pendidikan yang layak seperti para siswa lainnya. Mereka mempelajari materi sesuai dengan usia mental sehingga pencapaian ranah kognitif, afektif, dan psikomotor menjadi perhatian khusus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 25 siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Lentera Hati Kabupaten Kudus. Kegiatan ini berupa aktivitas mendongeng dengan menggunakan buku Dongeng Nusantara Seri Bali. Sejauh ini mereka belum pernah mendapatkan teknik pembelajaran yang serupa secara intensif. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi para siswa dan guru di sekolah inklusi tersebut khususnya pada aspek afektif. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini antara lain meningkatkan literasi dengan menyimak dongeng dan menumbuhkan aspek afektif dari masing-masing siswa kelas IV sampai dengan kelas VI. Adapun metode yang digunakan adalah kegiatan pembelajaran intensif. Hasil kegiatan berdampak positif terhadap ekspresi siswa pada ranah afektif berupa gambar dan tulisan yang menyiratkan kesimpulan setelah mendengar dan membaca teks dongeng. Pada akhir kegiatan, terdapat 6 siswa yang aktif dan mampu menampilkan ekspresi afektif melalui media kertas dan krayon dengan penilaian cerita dari segi negatif dan positif.

Education is a basic human need. With sustainable and appropriate education, students with special needs, often referred to children with special needs, receive the same educational rights as other students. They study material should be appropriate to their mental age. Hence, it should adjust to cognitive, affective, and psychomotor achievement which is very crucial. There were 25 students with special needs at Sekolah Lentera Hati in Kudus Regency participated in this community service activity. This activity facilitated storytelling by using Bali Series of Nusantara Fairy Tales. So far, they had never received similar intensive learning technique. Story telling provided benefits for the students and the teachers at inclusive school, especially for affective aspect. The objectives of this community service activity included improving literacy by listening to fairy tales and developing affective aspect for each student in fourth to sixth grades. The method used was intensive learning activities. The results of these activities had a positive impact on students' affective expression, including drawings and writing that conveyed conclusions after having the fairy tale text. At the end of the activity, there were 6 students who were active and able to display affective expressions through learning media with a story from a negative and positive perspective.

References

Ardiana, E., & Sophia, T. C. (2018). Budaya literasi membaca anak autis SDLB. Mimbar Sekolah Dasar, 5(2), 87-96. https://doi.org/10.17509/mimbar-sd.v5i2.7976

Aryanti, F. D., Widagdo, U. S. S., & Minsih, M. (2024). Gerakan literasi untuk anak berkebutuhan khusus intelektual: implementasi di sekolah luar biasa. Jurnal Basicedu, 8(5), 3762–3772. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i5.8353

Firdaus, N. M. (2014). Dampak pelatihan bahasa terhadap kemampuan berbicara dan kepercayaan diri. Empowerment, 4(1), 71–77. https://doi.org/https://doi.org/10.22460/empowerment.v3i1p71-77.574

Firman, W., & Anhusadar, L. (2022). Peran guru dalam menstimulasi kemampuan kognitif anak usia dini. Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(2), 28-37. https://doi.org/10.19105/kiddo.v3i2.6721.

Fitrianik, C. & Busyairi, A. (2020). Peran guru dalam manajemen kelas untuk peningkatan kecerdasan emosional. Joyful Learning Journal, 9(4), 198-204. . https://doi.org/10.15294/JLJ.V9I4.39864

Hartanto, S. (2020). Pentingnya mendongeng (story telling) untuk anak usia dini. Al-Fatih: Jurnal Studi Islam, 8(01), 33-41. https://ejurnal.staimaarif.ac.id/index.php/alfatih/article/view/4

Juanda, J. (2018). Revitalisasi nilai dalam dongeng sebagai wahana pembentukan karakter anak usia dini. Jurnal Pustaka Budaya, 5(2), 11–18. https://doi.org/10.31849/pb.v5i2.1611

Khoerunnisa, L., Yusup, P.M., & Setaianti, Y. (2018). Pola pendampingan orang tua dalam pencarian informasi pada anak berkebutuhan khusus. Studi kasus di sekolah dasar inklusi Mutiara Bunda Kota Bandung. 100-111. MACOM II. Fikom UNPAD. ISBN: 978-602-51301-1-3

Rukiyah. (2018). Dongeng, mendongeng, dan manfaatnya. ANUVA: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi, 2(1), 99-106. https://doi.org/10.14710/anuva.2.1.99-106

Sulistyarini, W. D., Aidillah, M. R., Sulistyorini, C., & Raudah, S. (2024). Penguatan ketrampilan literasi dalam mewujudkan iklim inklusivitas melalui buku cerita dan sosiodrama. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2), 58-69. https://doi.org/10.32696/ajpkm.v%vi%i.3630

Sumaryanti, L. (2018). Membudayakan literasi pada anak usia dini dengan metode mendongeng. AL-ASASIYYA: Journal of Basic Education, 3(1), 117-125. https://doi.org/10.24269/ajbe.v3i1.1332

Susanti, N., & Rukiati, E. (2018). Pelatihan bahasa bagi karang taruna di Desa Wisata Lombok Kulon Bondowoso. Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 251–256. https://publikasi.polije.ac.id/prosiding/article/view/728

Widiyati, E., & Maharani. M.M., (2025). Penggunaan elemen fonologi terhadap kemampuan membaca teks dongeng berbahasa Inggris bagi warga belajar PKBM. Community Empowerment Journal, 3(2), 66–72. https://doi.org/10.61251/cej.v3i2.186

Widodo, U., & Winarti, A. (2019). Faktor-faktor motivasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, Dan Agama, 5(2), 48-64. https://doi.org/10.53565/pssa.v5i2.110

Widyaningrum, A., Yulistiyanti, Y., Rahayu, E. Y., & Kasprabowo, T. (2022). Peningkatan kemampuan berbahasa siswa PAUD dengan metode mendongeng. Abdimas Budaya, 2(1), 8-12. https://www.unisbank.ac.id/ojs/index.php/budaya/article/view/8870

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

Widiyati, E., & Maharani, M. M. (2026). Penggunaan buku Dongeng Nusantara Seri Bali untuk mengembangkan afektif siswa Sekolah Lentera Hati. Community Empowerment Journal, 4(2), 302–308. https://doi.org/10.61251/cej.v4i2.383

Issue

Section

Articles