Penguatan kesiapan pedagogis guru Sekolah Dasar melalui pendampingan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Realia dan Project-Based Learning

Authors

  • Yuli Astutik Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sidoarjo, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-7993-0563
  • Fika Megawati Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sidoarjo, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-6029-1968
  • Sheila Agustina Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sidoarjo, Indonesia https://orcid.org/0000-0003-4283-7792
  • Nabilah Ardelia Arianto Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sidoarjo, Indonesia
  • Zayyidah Fairuzah Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sidoarjo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61251/cej.v4i2.381

Keywords:

Bahasa Inggris SD, kepercayaan diri guru, pembelajaran berbasis proyek, realia

Abstract

Kebijakan pemerintah yang menempatkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar mulai tahun 2027 menuntut kesiapan pedagogis guru, khususnya guru kelas non-Bahasa Inggris. Namun, pada praktiknya, banyak guru masih menghadapi kendala berupa rendahnya kepercayaan diri, keterbatasan strategi pembelajaran, serta minimnya penggunaan media konkret. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan pedagogis guru melalui workshop dan praktik mengajar terbimbing berbasis realia dan Project-Based Learning (PjBL). Kegiatan workshop dilaksanakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan melibatkan 10 guru kelas dari SD Kreatif Muhammadiyah Bangil. Metode yang digunakan meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan workshop, implementasi di kelas, serta evaluasi reflektif melalui pre dan post activity berupa pertanyaan terbuka dan wawancara singkat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada persepsi dan praktik guru, di mana Bahasa Inggris tidak lagi dipandang sebagai mata pelajaran yang sulit, melainkan dapat diajarkan secara kontekstual melalui benda nyata dan aktivitas sederhana. Selain itu, terjadi peningkatan kepercayaan diri guru serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis praktik langsung dan penggunaan realia dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung kesiapan implementasi kebijakan Bahasa Inggris di sekolah dasar secara lebih kontekstual dan berkelanjutan.

The government policy mandating English as a compulsory subject in elementary schools starting in 2027 requires teachers’ pedagogical readiness, particularly among non-English homeroom teachers. However, in practice, many teachers still face challenges related to low self-confidence, limited instructional strategies, and minimal use of concrete teaching media. This community service program aimed to strengthen teachers’ pedagogical readiness through workshops and guided teaching practice based on realia and Project-Based Learning (PjBL). The workshop was conducted at Universitas Muhammadiyah Sidoarjo and involved 10 homeroom teachers from SD Kreatif Muhammadiyah Bangil. The methods included planning, workshop implementation, classroom application, and reflective evaluation through pre- and post-activity open-ended questions and short interviews. The findings indicated positive changes in teachers’ perceptions and instructional practices, in which English was no longer viewed as a difficult subject but as one that could be taught contextually through real objects and simple activities. In addition, improvements were observed in teachers’ self-confidence and students’ engagement during the learning process. The implications of this program suggest that a practice-oriented approach combined with the use of realia can serve as an effective strategy to support the contextual and sustainable implementation of English language policy in elementary schools.

References

Amiati, D. R., & Tasrim, I. W. (2023). Pendampingan Guru-Guru Dalam Teaching English To Young Learners ( TEYL ) Di Tk Dan Sd Putra Kaili Permata Bangsa Kota Palu. Sambulu Gana Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 36–49. https://doi.org/https://doi.org/10.56338/sambulu_gana.v5i1.8729

Astutik, Y., Megawati, F., & Agustina, S. (2026). Pembelajaran Bahasa Inggris Sekolah Dasar dengan Realia dan Project-Based Learning. Umsida Press. https://press.umsida.ac.id/index.php/umsidapress/article/view/1544

Astutik, Y. (2026). Bahasa Inggris di SD: Jangan Cuma Ada,Harus Bermakna. Hallo Sidoarjo. https://sidoarjo.hallo.id/info-sidoarjo/13616678429/bahasa-inggris-di-sd-jangan-cuma-adaharus-bermakna

Astutik, Y., & Munir, A. (2022). The ambivalences of English lessons existing in Indonesian primary schools. Indonesian TESOL Journal, 4(1), 13–30. https://doi.org/10.24256/itj.v4i1.2487

Astutik, Y., & Purwati, O. (2021). Verbal and Nonverbal Language: Pre-Service Teachers’ Decisiveness in TEYL. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 21(1), 1–12. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v21i1.36651

Azmi, N., Rambe, K. F., Afifah, S. T., Negeri, I., Bonjol, I., Info, S., Method, G. T., & Method, D. (2025). Model Strategis Berbasis Integrasi Metode Untuk Mengatasi Ketidakpercayaan Diri Dalam Berbahasa Inggris. Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah, 10(2), 638–648. https://doi.org/https://doi.org/10.34125/jkps.v10i2.588

Beckett, G. H., & Slater, T. (2005). The project framework: A tool for language, content, and skills integration. ELT Journal, 59(2), 108–116. https://doi.org/https://doi.org/10.1093/eltj/cci024

Fahriany, F., Fitriani, F., Farhan, L., Husna, N., Hidayat, D. N., & Mahlil, M. (2022). Teachers’ Challenges in Teaching Online English to Young Learners: A Case Study in Pandemic Era. Jurnal Basicedu: Journal of Elementary Education, 6(4), 5533–5541. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.2876

Farida, N., & Rasyid, H. (2019). The Effectiveness of Project-based Learning Approach to Social Development of Early Childhood. 296(Icsie 2018), 369–372. https://doi.org/10.2991/icsie-18.2019.67

Faridatuunnisa, I. (2020). Kebijakan dan Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris untuk SD di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional, 191–199. https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/semnas2020/article/view/7510

Habib, T. A. (2024). Analisis Penggunaan Permainan Scrabble Dalam Memperluas Kosakata Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar. Elementary School, 11(2), 410–418. https://doi.org/https://doi.org/10.31316/esjurnal.v11i2.4304

Harmer, J. (2007). How to Teach English. Harlow: Pearson Longman. https://doi.org/https://doi.org/10.21070/ijemd.v19i4.850

Hatuina, N. D. P. ., & Astutik, Y. (2024). Improving Junior High Students’ English Vocabulary with Cake App: Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Siswa melalui Aplikasi Cake. Indonesian Journal of Education Methods Development, 19(4). https://doi.org/https://doi.org/10.21070/ijemd.v19i4.850

Irawan, D. (2017). Teaching Vocabulary By Using Realia (Real-Object) Media. English Community Journal, 1(1), 41. https://doi.org/10.32502/ecj.v1i1.650

Kisowo, R. D., Poerwanti, E., & Regina, B. D. (2025). Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas 3 di SDN Junrejo 2. AEJ (Advances in Education Journal), 02(2), 862–870. https://journal.al-afif.org/index.php/aej/article/view/290

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (Vol. 1). Prentice Hall. https://www.researchgate.net/publication/235701029_Experiential_Learning_Experience_As_The_Source_Of_Learning_And_Development

Laya, R., & Mahmud, M. (2026). Environment-Based English Learning for Very Young Learners (Vyls): Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Lingkungan Di Kawasan Teluk Tomini. 4, 234–243. https://pekatpkm.my.id/index.php/JP/article/view/980

Maili, S. N. (2018). Bahasa Inggris Pada Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Unsika, 6(1), 23–28. https://journal.unsika.ac.id/index.php/judika/article/view/1203

Nur, M. A. Y., Astutik, Y., & Megawati, F. (2023). Mufidah Nur Aliyyah Yusuf. Tell : Teaching of English Language and Literature Journal, 11(1), 12–23. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30651/tell.v11i1.17101 External

Octhavia, R., & Astutik, Y. (2026). Interactive Media Use in Early English Vocabulary Learning: Penggunaan Media Interaktif dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris Tingkat Awal (Vol. 21, Issue 1). https://doi.org/10.21070/ijemd.v21i1.1057

Pietilä, K. (2009). Bringing real life English into foreign language classrooms: Language learners’ views on the use of authentic and artificial materials in the English language learning classrooms. https://urn.fi/URN:NBN:fi:jyu-200908033241

Ramadhayanti, N., Harsono, A. M. B., & Suriansyah, A. (2025). Transformasi Peran Guru Kelas : Tantangan dan Strategi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar. MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(2), 1468–1482. https://doi.org/https://doi.org/10.60126/maras.v3i4.1328

Thomas. (2000). A Review of Research On Project Base Learning. International Geology Review, 63(1), 47–64. https://tecfa.unige.ch/proj/eteach-net/Thomas_researchreview_PBL.pdf

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

Astutik, Y., Megawati, F., Agustina, S., Arianto , N. A., & Fairuzah, Z. (2026). Penguatan kesiapan pedagogis guru Sekolah Dasar melalui pendampingan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Realia dan Project-Based Learning. Community Empowerment Journal, 4(2), 267–281. https://doi.org/10.61251/cej.v4i2.381

Issue

Section

Articles