Peningkatan kemampuan kader Warga Peduli AIDS Genuksari melalui pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique

Authors

  • Ahmad Ikhlasul Amal Prodi Diploma Tiga Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Retno Setyawati Prodi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Agustia Abidatul Muawanah Prodi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperrawatan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61251/cej.v4i1.369

Keywords:

AIDS, Kader WPA, Pemberdayaan Komunitas, SEFT

Abstract

Kader Warga Peduli AIDS (WPA) di Kelurahan Genuksari, Semarang, menghadapi tantangan dalam memberikan dukungan psikospiritual yang memadai kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Dibutuhkan intervensi untuk meningkatkan kompetensi kader dalam menangani tekanan emosional.Pengabdian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktik kader WPA. Kegiatan melibatkan 15 kader WPA melalui tiga tahap: (1) pre-test dan pemberian materi teori, (2) pelatihan praktik dan simulasi SEFT, (3) post-test dan pendampingan lanjutan. Data pengetahuan diukur dengan kuesioner, sedangkan keterampilan dinilai melalui observasi langsung. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test. Karakteristik mayoritas kader adalah perempuan (80,0%), berusia 35-54 tahun (93,4%), dan berpendidikan menengah (60,0%). Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan (skor rata-rata meningkat dari 45,33 menjadi 86,53; p<0,001) dan keterampilan praktik (skor observasi meningkat dari 2,47 menjadi 9,20; p<0,001). Kader melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam pendampingan ODHA. Pelatihan SEFT terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader WPA Genuksari secara signifikan. Teknik ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pelatihan berkelanjutan bagi kader kesehatan komunitas, didukung forum supervisi rutin untuk keberlanjutan.

Community AIDS Care Volunteers (Kader Warga Peduli AIDS/WPA) in Genuksari Village, Semarang, face challenges in providing adequate psychosocial support to People Living with HIV/AIDS (PLWHA). An intervention is required to enhance the volunteers' competence in managing emotional distress. This community service aims to evaluate the effectiveness of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) training in improving the knowledge and practical skills of WPA volunteers. The activity involved 15 WPA volunteers through three stages: (1) pre-test and delivery of theoretical material, (2) practical training and simulation of SEFT, and (3) post-test and follow-up mentoring. Knowledge data was measured using a questionnaire, while skills were assessed through direct observation. Data analysis employed the Wilcoxon Signed-Rank Test. The majority of the volunteers were female (80.0%), aged 35-54 years (93.4%), and had a secondary education (60.0%). The analysis results showed a significant improvement in knowledge (mean score increased from 45.33 to 86.53; p<0.001) and practical skills (observation score increased from 2.47 to 9.20; p<0.001). The volunteers reported increased confidence in assisting ODHA. SEFT training has proven to be effective in significantly enhancing the capacity of WPA volunteers in Genuksari. This technique is recommended for integration into ongoing training programs for community health volunteers, supported by regular supervision forums to ensure sustainability. (Times New Roman 10, single space, and italics).

References

Amal, A. I., Sulistyoningsih, D. R., & Setyawati, R. (2023). Pelatihan Brief Psychoeducation bagi Kader Warga Peduli AIDS (WPA) Genuksari dalam Mengurangi Stigma Masyarakat terhadap Orang dengan Human Immunodeficiency Virus (ODHIV). PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(5), 797–801. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v8i5.5300

Astuti, R., Yosep, I., & Susanti, R. D. (2015). Pengaruh Intervensi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) terhadap Penurunan Tingkat Depresi Ibu Rumah Tangga dengan HIV. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 3(1), 44–56. https://doi.org/10.24198/jkp.v3i1.98

Astuti, S. S. K., Setyorini, D., & Agustina, hana R. (2024). Penerapan Spiritual Emotional Freedom Technique dalam Menurunkan Tingkat Depresi, Kecemasan, dan Ansietas pada Pasien Hiv Stadium 4: Case Report. 6, 13–34.

Desalegn, M., Gutama, T., Merdassa, E., Kejela, G., & Benti, W. (2022). Family and Social Support Among Patients on Anti-Retroviral Therapy in West Wollega Zone Public Hospitals, Western Ethiopia: A Facility-Based Cross-Sectional Study. HIV/AIDS - Research and Palliative Care, 14(April), 167–179. https://doi.org/10.2147/HIV.S360431

Haq, F. D. U. (2021). Pengelolaan Emosi Klien dengan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Menurut Ahmad Faiz Zainuddin Skripsi. In Pharmacognosy Magazine (Vol. 75, Issue 17).

Jaya, D. J., Ernawati, E., Triyono, M. B., Sudira, P., & Raharjo, N. E. (2025). Peluang Dan Tantangan Pendidikan Vokasional Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Journal of Vocational and Technical Education (JVTE), 7(1), 39–48. https://doi.org/10.26740/jvte.v7n1.p39-48

khandu, L., Dhakal, G. P., & Lhazeen, K. (2021). Baseline CD4 count and the time interval between the initial HIV infection and diagnosis among PLHIV in Bhutan. Immunity, Inflammation and Disease, 9(3), 883–890. https://doi.org/10.1002/iid3.444

Mentari, G. B., & Susilawati. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Akses Pelayanan Kesehatan Di Indonesia. Jurnal Health Sains, 3(6), 1–8. http://link.springer.com/10.1007/s00232-014-9701-9%0Ahttp://link.springer.com/10.1007/s00232-014-9700-x%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.jmr.2008.11.017%0Ahttp://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S1090780708003674%0Ahttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1191

Nabunya, P., Byansi, W., Sensoy Bahar, O., McKay, M., Ssewamala, F. M., & Damulira, C. (2020). Factors Associated With HIV Disclosure and HIV-Related Stigma Among Adolescents Living With HIV in Southwestern Uganda. Frontiers in Psychiatry, 11(July), 1–10. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2020.00772

Noor, M. A., Suyanto, S., & Syihabuddin, M. (2025). Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Mencegah Kejadian Low Back Pain ( LBP ) pada Masyarakat. 7(2), 212–218.

Nurhidayah, I., Hidayati, N. O., & Nuraeni, A. (2019). Revitalisasi Posyandu melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan. Media Karya Kesehatan, 2(2), 145–157. https://doi.org/10.24198/mkk.v2i2.22703

Roza, D., Anggreni, S. D., Sasmita, H., Fadriyanti, Y., & Yanti, N. (2020). Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap Kualitas Hidup Pasien HIV/AIDS. Jurnal Keperawatan Silampari, 4(1), 178–186. https://doi.org/10.31539/jks.v4i1.1514

Shabrina, F. N., Rohmah, I. A., Ningseh, N. K., Febriyanto, R. A. E., & Setianingrum, N. (2024). Strategi Insklusif Dalam Pelatihan Dan Pengembangan SDM Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(10), 64–69.

UNAIDS. (2024). Unaids Data 2024. 20–20. https://www.unaids.org/sites/default/files/media_asset/2019-UNAIDS-data_en.pdf

Zainudin, A. F. (2025). About SEFT CORP – SEFT – Spiritual Emotional Freedom Technique. https://seft.co.id/about-seft-corp/

Downloads

Published

2026-05-09

How to Cite

Amal, A. I., Setyawati, R., & Muawanah, A. A. (2026). Peningkatan kemampuan kader Warga Peduli AIDS Genuksari melalui pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique. Community Empowerment Journal, 4(1), 109–116. https://doi.org/10.61251/cej.v4i1.369

Issue

Section

Articles