Pemberdayaan desa melalui pendidikan berbasis sekolah dan masyarakat

Authors

  • Elok Widiyati Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa Sastra dan Budaya, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Nani Hidayati Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa Sastra dan Budaya, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61251/cej.v4i1.363

Keywords:

Islamic character building, literasi digital, pemberdayaan desa, pendidikan berbasis sekolah dan masyarakat, potensi desa

Abstract

Pendidikan nonformal menopang keberhasilan pemberdayaan desa. Perangkat desa dan guru sangat berperan terhadap potensi desa tetapi belum berpartisipasi secara proporsional. Pengabdian ini bertujuan memetakan permasalahan, menggali potensi, serta menyusun program di Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Metode dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan pendampingan. Terdapat 20 peserta pengabdian dari pihak perangkat desa dan guru setempat. Tiga masalah yang ditemukan yaitu: pembelajaran keagamaan yang kurang, rendahnya motivasi untuk melanjutkan pendidikan, serta pernikahan dini. Program yang dipetakan yakni keagamaan dan pendidikan. Program pembinaan keagamaan berupa: tilawah, tahfidul Quran, bimbingan sholat, siroh, dan kultum yang membangun Islamic character building. Program pembinaan pendidikan meliputi: kursus bahasa Inggris, literasi digital, kunjungan edukatif, dan tamu praktisi. Pada permasalahan ketiga, tokoh masyarakat dengan tim pengabdian melaksanakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini. Dengan langkah tersebut kegiatan pengabdian memberi dampak nyata bagi warga desa khususnya 80% remaja usia produktif sebesar berpartisipasi dalam program keagamaan dan pendidikan.  

Non-formal education supported the success of village empowerment. Village staffs and teachers played a significant role for village potential but they did not participate actively. This community service program aims to group the problems, to explore the potential, and to develop the programs in Ngrawan, Getasan, Semarang Regency. The methods used in this activity were socialization and mentoring. There were 20 participants in this activity consisted of village staffs and teachers. Three problems were identified: inadequate religious education, low motivation in continuing education, and early marriage. The programs generated were religious and educational settings. Religious development programs included: recitation of the Koran, Quran memorization, prayer guidance, siroh, and sermons that foster Islamic character building. Educational development programs provided: English courses, digital literacy, educational visit, and practitioner visit. Regarding to the third problem, community leaders and the community service team conducted activities to prevent early marriage. With these sequential steps, the community service activities had a real impact on villagers, especially for 80% productive-age youth took part in religious and educational programs.

References

Ahmad, A., Tiara Sari, A. J., Wardana, A. H., Rosyid, M. N. I., Widianto, E., & Rasyad, A. (2023). Tren perkembangan pendidikan nonformal. JP (Jurnal Pendidikan): Teori Dan Praktik, 7(2), 76–82. https://doi.org/10.26740/jp.v7n2.p76-82

Anwar, H., Sarnoto, A. Z., & Habiburrahmanuddin, N. (2022). Pendidikan berbasis masyarakat dalam Al-Quran. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(01), 1453-1470. https://doi.org/10.30868/ei.v11i01.3074

Fau, J. F., Mendrofa, K. J. ., Wau, M. ., & Waruwu, Y. (2023). Pendidikan jendela dunia. Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 69-77. https://doi.org/10.51622/pengabdian.v4i2.1350

Hermawan, Y., & Suryono, Y. (2016). Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan program-program pusat kegiatan belajar masyarakat Ngudi Kapinteran. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), 3(1), 97-108. https://doi.org/10.21831/jppm.v3i1.8111

Iftinani, Q., Situmeang, W. H., & Dharmawan, L. (2023). Pengembangan masyarakat program holistik pembinaan dan pengembangan desa (PHP2D) pada kelompok rukuntani di Desa Bantarsari. Jurnal Sosial Terapan, 1(1), 63-72. https://doi.org/10.29244/jstr.1.1.63-72

Julianto, A. (2019). Kolaborasi pendidikan nonformal, informal, dan formal dalam pendidikan pemuda di Daerah Istimewa Yogyakarta. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 3(1), 14-22. https://doi.org/10.21831/diklus.v3i1.24644

Khair, H. (2021). Peran Lembaga pendidikan dalam masyarakat di era modern. Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan Dan Kemasyarakatan, 12(2), 24-36. https://doi.org/10.62815/darululum.v12i2.67

Mildawati, T., & Tangngareng, T. (2023). Jenis-jenis pendidikan (formal, nonformal dan informal) dalam perspektif Islam. Vifada Journal of Education, 1(2), 01-28. https://doi.org/10.70184/w33a8b87

Ndraha, A. B., & Uang, D. P. (2022). Camat’s leadership in increasing community participation in development in the era of disruption and social society 5.0 (Case study districts at Nias Regency). Journal of Digitainability, Realism & Mastery (DREAM), 1(01), 55-66. https://doi.org/10.56982/journalo.v1i01.23

Nugroho, L. A., & Wuryani, E. (2024). Digitalisasi Peninggalan Cagar Budaya di Desa Ngrawan sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya. Magistrorum Et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 255–267. https://doi.org/10.24246/jms.v4i32024p255-267

Nurhidayat., Maarif, M. N., Patmawati, I., Rasmanah, C., & Ilmi, I. (2023). Dampak perubahan sosial budaya bagi pendidikan masyarakat di lingkungan Pantai Indah Madasari. J-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah, 2(2), 242-252. https://doi.org/10.62515/staf.v2i2.269

Saleh, A., & Adhani, A. (2022). Utilization of online social work education for community empowerment. International Conference on Communication, Policy and Social Science InCCluSi. November. 79-86. Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-2-494069-07-7_10

Septya, J. D., Ziliwu, S., Meilyani, M., Uswah, F., & Damanik, M. H. (2024). Faktor sosial budaya dan pengembangan masyarakat dalam pendidikan sekolah dasar. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI, 11(1), 42-52. https://doi.org/10.69896/modeling.v11i1.2047

Setiawan, D., Aziz, S. A., & Hilman, C. (2022). Pengembangan social dan pembangunan pendidikan berbasis masyarakat. Jurnal Inovasi, Evaluasi Dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 2(2), 74–84. https://doi.org/10.54371/jiepp.v2i2.217

Sokip, S., Akhyak, A., Soim, S., Tanzeh, A., & Kojin, K. (2019). Character building in islamic society: A case study of muslim families in Tulungagung, East Java, Indonesia. Journal of Social Studies Education Research, 10(2), 224-242. https://jsser.org/index.php/jsser/issue/view/27/showToc

Sopian, A. (2021). Model pendidikan karakter di masyarakat. Al-Hasanah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 106-113. https://doi.org/10.51729/6134

Widiyangmuda, S. 2009. Hubungan Tingkat partisipasi Masyarakat dengan Efektivitas Program Alokasi Dana Desa (ADD). Malang: Universitas Brawijaya. https://repository.ub.ac.id/id/eprint/128100/1/050901552.pdf

Widiyati, E. (2017). Analyzing the need of prospective tour guides in acquiring English to communicate with foreign tourists in Desa Menari as tourism village. In Proceedings Education and Language International Conference, 1(1). 285-293. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ELIC/issue/view/184

Downloads

Published

2026-04-20

How to Cite

Widiyati, E., & Nani Hidayati. (2026). Pemberdayaan desa melalui pendidikan berbasis sekolah dan masyarakat. Community Empowerment Journal, 4(1), 84–91. https://doi.org/10.61251/cej.v4i1.363

Issue

Section

Articles