Penerapan sanitasi air bersih dan pemanfaatan kolam ikan di SDN Siwalan Semarang sebagai upaya pencegahan DBD

Authors

  • Siti Ummu Adillah Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Muhammad Ibrahim Nur Azis Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Dyah Ayu Praticia Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Vera Puspita Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Andi Kurniawan Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Satria Bayu Aji Pamungkas Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Achmad Muzakky Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Ayu Fitriana Salsabila Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Irene Ardella Candra Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia
  • Robi’atul A’dawiyah Fakultas Bahas,Sastra,dan Budaya, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah, IndonesiaFakultas Bahas,Sastra,dan Budaya, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Tria Abel Septiani Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61251/cej.v4i1.315

Keywords:

Demam Berdarah Dengue, kolam ikan, pencegahan, sanitasi air bersih

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia akibat infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Rendahnya kesadaran terhadap kebersihan lingkungan dan sanitasi air menjadi faktor utama tingginya kasus DBD. Program ini bertujuan untuk menerapkan strategi pengendalian DBD berbasis ekosistem dengan mengintegrasikan sanitasi air bersih dan pemanfaatan kolam ikan nila merah (Oreochromis niloticus) sebagai metode alami dalam menghambat pertumbuhan jentik nyamuk. Program dilaksanakan di SDN Siwalan Semarang dengan beberapa tahapan, yaitu sosialisasi sanitasi air bersih, observasi dan pembersihan area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta pembuatan dan pemanfaatan kolam ikan nila merah sebagai pengendali biologis jentik nyamuk. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa dan guru dalam menjaga kebersihan lingkungan serta penurunan jumlah jentik nyamuk setelah program diterapkan. Selain itu, kolam ikan juga menjadi sarana edukatif dalam memahami ekosistem perairan. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis ekosistem dapat menjadi solusi efektif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dalam pengendalian DBD. Dengan partisipasi aktif warga sekolah, SDN Siwalan dapat menjadi contoh dalam menerapkan strategi pencegahan DBD berbasis lingkungan.

Dengue fever is an infectious disease that is still a public health problem in Indonesia due to dengue virus infection transmitted by Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. Low awareness of environmental hygiene and water sanitation is a major factor in the high number of DHF cases. This program aims to implement an ecosystem-based dengue control strategy by integrating clean water sanitation and the use of red tilapia (Oreochromis niloticus) ponds as a natural method in inhibiting the growth of mosquito larvae. The program was implemented at SDN Siwalan Semarang with several stages, namely socialization of clean water sanitation, observation and cleaning of areas that have the potential to become mosquito nests, as well as the construction and utilization of red tilapia ponds as biological control of mosquito larvae. The results showed an increase in student and teacher awareness in maintaining environmental cleanliness and a decrease in the number of mosquito larvae after the program was implemented. In addition, the fish pond also became an educational tool in understanding aquatic ecosystems. The success of this program proves that an ecosystem-based approach can be an effective, sustainable and environmentally friendly solution to dengue control. With the active participation of the school community, SDN Siwalan can be an example in implementing an environmentally-based dengue prevention strategy.

References

Alfalakh, A. R. (2023). The Influence of 3M Plus Behavioral Factors on the Incidence of Dengue Hemorrhagic Fever in Indonesia: A Meta Analysis. Media Gizi Kesmas, 12(1), 494-502.. https://doi.org/10.20473/mgk.v12i1.2023.494-502

Anliyanita, R., Anwar, C., & Fajar, N. A. (2023). Effect of physical environment and community behavior on dengue hemorrhagic fever (DHF): A literature review. Community Research of Epidemiology (CORE), 74-76. https://doi.org/10.24252/corejournal.vi.37956

Asbon, N., Irdan, I., & Purwanto, M. (2025). Hubungan Sanitasi Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2022. Journal of Safety and Health, 2(2), 65-78. https://doi.org/10.54816/josh.v2i2.637

Hastuti, N. M., Dharmawan, R., & Indarto, D. (2017). Sanitation-Related Behavior, Container Index, and Their Associations with Dengue Hemorrhagic Fever Incidence in Karanganyar, Central Java. Journal of Epidemiology and Public Health, 2(2), 174-185. https://doi.org/10.26911/jepublichealth.2017.02.02.08

Indonesia, B. (2022). Cegah DBD Dengan Pelihara Ikan Pemakan Jentik. https://beritaindonesia.hk/2024/04/cegah-dbd-dengan-pelihara-ikan-pemakan-jentik/

Kurniawati, R. D., & Ekawati, E. (2020). Analisis 3M Plus sebagai upaya pencegahan penularan demam berdarah dengue di wilayah Puskesmas Margaasih Kabupaten Bandung. Vektora: Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit, 12(1), 1-10.

Nomura, M. (2024). Pendidikan Lingkungan Hidup di Sekolah. Diswansena. Retrieved from https://diswansena.com/id/article/menciptakan-generasi-hijau-pendidikan-lingkungan-hidup-di-sekolah

Putra, A. S. B., Kusumawati, E. D., & Kartikasari, D. (2024). Unpacking the roots and impact of workplace well-being: A literature review. International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science, 2(01), 312-321. https://doi.org/10.59653/ijmars.v2i01.433

Sutriyawan, A., Darmawan, W., Akbar, H., Habibi, J., & Fibrianti, F. (2022). Faktor yang mempengaruhi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M Plus dalam upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(01), 23-32. https://doi.org/10.33221/jikm.v11i01.936

Ulum, M., Marchelly, A., Ramanda, V., & Inggriani, M. (2023). Penyuluhan Pengetahuan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kelurahan Jatimulya, Kabupaten Bekasi. Jurnal Mitra Masyarakat (JMM), 4(1), 1-6. https://doi.org/10.47522/jmm.v4i1.161

Downloads

Published

2026-05-11

How to Cite

Adillah, S. U., Azis, M. I. N., Praticia, D. A., Puspita, V., Kurniawan, A., Pamungkas, S. B. A., Muzakky, A., Salsabila, A. F., Candra, I. A., A’dawiyah, R., & Septiani, T. A. (2026). Penerapan sanitasi air bersih dan pemanfaatan kolam ikan di SDN Siwalan Semarang sebagai upaya pencegahan DBD. Community Empowerment Journal, 4(1), 161–168. https://doi.org/10.61251/cej.v4i1.315

Issue

Section

Articles